SERING MEREMEHKAN HAL KECIL

“Berkatalah perempuan itu: ‘Hambamu ini tidak punya sesuatu apapun di rumah, kecuali sebuah buli-buli berisi minyak.'”  2 Raja-Raja 4:2

Adalah sifat manusia bila seringkali menganggap remeh hal-hal kecil karena dianggap kurang berarti, kurang berguna.  Fokus dan perhatian manusia semata-mata tertuju kepada hal-hal yang besar.  Akhirnya banyak orang menempuh jalan instan dengan menghalalkan segala cara demi menggapai hal-hal yang besar, tanpa mau berjuang dari bawah atau memulai dari hal-hal yang kecil.  Perhatikan!  Alkitab mencatat banyak peristiwa dahsyat terjadi dan mujizat Tuhan dinyatakan bermula dari hal-hal kecil dan sepele.  Contoh:  Tuhan sanggup memberi makan 5000 orang laki-laki, belum termasuk perempuan dan anak, hanya dengan 5 roti dan 2 ikan, yang menurut pemikiran manusia tidak ada artinya.

     Ada kisah seorang wanita yang ditinggal suaminya mengalami persoalan besar karena punya hutang banyak, dan penagih hutang akan mengambil kedua anaknya untuk dijadikan budak sebagai ganti utang.  Janda ini pun mengadukan permasalahan hidupnya kepada Elisa  (nabi Tuhan).  Bertanyalah Elisa kepada janda itu apa yang ia punyai di rumah.  Hambamu ini tidak punya sesuatu apapun di rumah, kecuali sebuah buli-buli berisi minyak.”  (ayat nas).  Jawaban janda ini menyiratkan bahwa ia tak punya sesuatu yang berarti, kecuali sebuah buli-buli berisi minyak.  Menurut pandangan manusia, minyak dalam buli-buli yang sedikit itu tak sebanding dengan besarnya masalah.  Namun cara pandang Elisa berbeda, yang melihat bahwa sebuah buli-buli berisi minyak bisa menjadi sarana bagi Tuhan untuk melakukan perkara-perkara besar.  Karena itu Elisa memberikan perintah,  “Pergilah, mintalah bejana-bejana dari luar, dari pada segala tetanggamu, bejana-bejana kosong, tetapi jangan terlalu sedikit.”  (2 Raja-Raja 4:3).

     Banyak orang Kristen gagal karena melihat besarnya masalah, fokus pada keterbatasan.  Jangan anggap remeh hal kecil!  Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, –maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu.”  (Matius 17:20).

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *